Makan Steak Asyik by Abuba Steak

Abuba Steak ini sudah saya dengar namanya sejak dulu. Banyak yang cukup suka steak ala Abuba Steak ini. Kami ini termasuk penyuka steak. Terutama istri saya. Dia doyan banget sama yang namanya steak. Dulu kami pernah mencoba Abuba Steak dengan daging lokal, tapi rasanya saat itu lumayan alot. Buat kami, steak itu harus lembut. Jadi kami tidak kembali lagi ke sini agak lama.

Kebetulan, hari itu hari Senin. Biasanya, jadwal liburan kami adalah hari Senin karena Sabtu Minggu biasanya penuh. Tiba-tiba kepikiran makan masakan western. Apa ya? Cobain aja lagi ah makan di Abuba Steak. Saya dengar testimoni tentang Abuba Steak dari rekan saya dan juga saudara. Katanya enak kok. Masak sih, pikir saya. Soalnya terakhir mencoba kurang puas. Karena agak penasaran, kami pergi ke Abuba Steak di daerah Dago. Kali ini kami mencoba menu yang berbeda dari sebelumnya. Kalau sebelumnya kami mencoba sapi lokal, kali ini kami mencoba daging impor.

Pilihan kami jatuh pada menu steak dengan daging impor dengan kualitas premium. Menu yang kami coba adalah sapi bagian rib eye dan tenderloin. Kami coba sapi impor dari U.S. Harganya memang jauh berbeda dengan daging lokal. Untuk sapi lokal kisaran harganya adalah 50rb-an. Sementara daging impor bervariasi antara 80-200 rb an tergantung jenis daging yang dipilih. Daging impor memang mahal, kalau beli di supermarket bisa mencapai 600-700 ribu per kilonya untuk kualitas premium. Beda dengan sapi lokal yang harganya 120 ribu per kilo untuk bagian tenderloin-nya. Daging impor ini memang mahal karena konon katanya treatment terhadap sapinya sangat khusus sehingga daging yang dihasilkan bisa sangat lembut. Apalagi daging wagyu dari jepang.

Untuk menu steak, pada umumnya saus yang disediakan ada beberapa jenis. Saus putih biasanya menggunakan whip cream, sementara saus coklat menggunakan demiglace, dan juga saus barbeque. Saat itu kami pilih saus coklat dengan mushroom di dalamnya. Untuk tingkat kematangan, saya lebih menyukai kematangan medium well. Kematangan medium well ini masih empuk dan terasa juice dagingnya. Pada umumnya orang menyukai tingkat kematangan well done. Tapi itu sih masalah preferensi masing-masing.

Pesanan kami datang setelah beberapa menit kemudian. Ukurannya memang mantap yaitu 200 gram. Besar banget untuk perut asia. Kalau untuk orang bule, 200 gram itu sebenarnya biasa saja. Setelah kami coba, untuk tenderloin impornya memang lembut, tapi untuk rib eye-nya masih agak alot buat saya. Harga steak tenderloin impor memang cukup tinggi yaitu sekitar 170 ribu sementara untuk rib eye impor harganya 130 ribu. Saya penasaran dengan saus barbeque yang disajikan di atas meja dalam botol. Tertulis di sana dibuat khusus oleh Abuba Steak. Kami coba rasanya…mantap. Antara pedas dan manis.

Review Restoran Abuba Steak di Bandung

 
Suasana Abuba Steak ini memang khas cafe. Suasananya remang-remang dengan pilihan warna dark brown. Agak terlalu gelap sebenarnya buat saya. Tapi itu memang preferensi pribadi. Untuk fasilitas lokasi cukup lengkap. Ada toilet dan mushola. Restorannya juga bersih. Waiter mengenakan seragam yang apik mengesankan suasana yang profesional. Bahkan tisu saja menggunakan cap Abuba Steak. Pertanda bahwa manajemen sangat memperhatikan branding.Untuk yang membawa anak kecil, juga disediakan baby chair.

Review Restoran Abuba Steak di Bandung

 

Review Restoran Abuba Steak di Bandung

 
Makan daging steak ukuran 200 gram memang kenyang banget. Mantap dah pokoknya.

Website : Abuba Steak
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Abuba Steak di Bandung :
Jl. Prabu Dimuntur No.12, Bandung (Dekat jembatan layang Pasupati)

No Replies to "Makan Steak Asyik by Abuba Steak"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.