Sajian Bebek Bakar ala Kaki Lima di Bebek Merapi

Di Bandung ini ada beberapa rumah makan yang menyajikan bebek dengan rasa yang joss mantap. Menu bebek memang punya penggemar tersendiri karena tidak semua orang suka bebek. Ada beberapa orang yang agak merasa jijik melihat menu bebek karena membayangkan habitat bebek (padahal ayam kampung juga kurang lebih sama habitatnya). Rasa bebek juga berbeda dengan ayam. Bebek lebih tebal kulitnya juga sedikit lebih alot dagingnya. Kalau nggak pas masaknya, daging bebek bisa alot banget. Walau demikian, bagi penyuka bebek rasa bebek itu lebih gurih. Itu yang membuat saya menyukai menu bebek.

Kebetulan, ada warung kaki lima yang lumayan rame di dekat rumah kami yang menyajikan bebek. Namanya bebek merapi. Dulu, saya lihat berada di Jalan Suci. Tak lama kemudian pindah ke Jalan Pahlawan tidak jauh dari restoran resep moyang. Nah, ternyata pindah lagi ke seberang Jalan Pahlawan. Pas kebetulan lewat, saya iseng pengen tahu seperti apa sih rasanya. Soalnya, saya lihat warung kaki limanya cukup ramai. Maklum, daerah jalan Pahlawan ini adalah daerah mahasiswa. Banyak kampus di sekitar sini seperti kampus Itenas, Widyatama, YPKP, dan juga STIE Ekuitas. Daerah mahasiswa memang target yang pas untuk buka usaha kuliner karena mahasiswa biasanya makan di luar ketimbang masak sendiri. Udah gitu, mahasiswa itu sudah punya pemasukan dari orang tua tapi belum punya tanggungan hidup. Pas lah buat target market.

Bebek merapi ini jualan di tanah terbuka yang tidak terpakai. Meja dan kursi seadanya khas kaki lima. Pilihan menu disajikan di depan di etalase makanan. Kita tinggal memilih mau menu apa. Ada berbagai sajian yang bisa kita pesan selain bebek seperti ati ampela, sate telur, sate usus, tahu, ataupun tempe. Untuk menu bebek, ada pilihan bebek goreng ataupun bakar. Hari itu saya lumayan terburu-buru jadi saya pilih bebek goreng saja. Nampaknya, salah satu andalan menu di sini adalah bebek bakarnya. Ada pembakaran khusus di dekat etalase menu untuk memanggang bebek. Bau asap bebek yang dibakar lumayan wangi sebenarnya. Sayang, saya lagi terburu-buru.

Review Bebek Merapi di Bandung

 

Review Bebek Merapi di Bandung

 
Salah satu andalan bebek merapi ini adalah sambalnya. Sambalnya mirip sambal korek dari Bebek Slamet dengan bahan dasar cabe rawit. Cabe rawit memang lebih enak ketimbang cabe jenis lainnya seperti cabe kriting atau cabe tanjung karena rasanya yang sangat segar. Pedasnya cabe rawit juga lebih mantap. Hanya saja, harga cabe rawit sekarang lagi tinggi. Mencapai 140.000 per kilonya. Ini harga tertinggi yang pernah saya rasakan selama 6 tahun berbisnis kuliner. Entah karena apa harga cabe bisa melonjak sedemikian tinggi. Buat mang-mang yang jualan di pinggir jalan dan memakai cabe rawit, ya mesti sabar. Harganya aja bisa lebih mahal daripada daging. Untung, sambalnya tidak diganti jadi cabe jenis lain.

Review Bebek Merapi di Bandung

 
Harga bebeknya cukup murah, sekitar 16.000-18.000 per potongnya. Karena harus pulang ke rumah segera, saya memilih makanan dibungkus. Sampai rumah, baru saya buka dan saya santap. Bebeknya agak kehitaman dengan ukuran cukup standar. Mungkin jadi kehitaman karena menggorengnya terlalu lama. Rasa sambalnya lumayan enak. Buat yang pengen nyicip bebek dengan harga murah meriah, boleh cobain datang ke warung bebek merapi.

Website : Bebek Merapi Bandung
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Bebek Merapi di Bandung :
Jl. Pahlawan No 69, Bandung

No Replies to "Sajian Bebek Bakar ala Kaki Lima di Bebek Merapi"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.