Bebek Khas Asli Madura….Pastinya Bebek Sinjay

Nama Bebek Sinjay adalah salah satu ikon bebek terkenal di Jawa Timur ini. Pertama kali dengar dari saudara yang sering ke sana yang kata dia sih rasa bebeknya mantap banget. Saya dan istri saya adalah penyuka Masakan Bebek, hanya saja makan bebek memang kami batasi karena kolesterolnya yang sangat tinggi. Bebek memiliki bagian kulit yang sangatlah tebal, di sanalah kolesterol bersembunyi. Nah Agar uenak katanya bebek mesti dipanggang dulu bebek sebelum dimasak agar anyir di bagian kulit berkurang.

Kebetulan, lebaran ini kami sempat untuk mampir ke restoran Bebek Sinjay. Kami sekeluarga berwisata ke Malang, dan ada satu restoran Bebek Sinjay yang baru dibuka di sana. Kami baru saja dari tempat wisata Batu Malang dan menginap malamnya di Songgoriti (daerah villa di sana harga sewanya lumayan murah lo). Keesokan harinya, kami berencana makan siang di Bebek Sinjay yang baru dibuka di Malang. Sayang, tempatnya jauh sekali dan daerah itu macet. Kami juga punya rencana siang itu ke Selekta. Jadi, mampir ke Bebek Sinjay di Malang ini lumayan makan waktu.

Perjalanan dari Batu Malang ke Bebek Sinjay lumayan jauh, sekitar 30-45 menit. Kepadatan lalu lintas lumayan macet karena banyak orang lagi asik rekreasi di musim libur lebaran ini. Akhirnya, kami pun sampai tempat. Perasaan saya pertama kali melihat restoran ini agak terkejut. Saya membayangkan nama besar Bebek Sinjay, tentunya restonya cukup “wah”, tapi dari luar nampak biasa saja. Tempatnya cukup ramai, pengunjungnya cukup banyak.

Sayangnya, pengalaman pertama ke Bebek Sinjay di Malang ini tidak berkesan baik. Entah kenapa, rasa bebeknya jadi asam (bukannya gurih) dan sambalnya terlalu pedas sehingga teksturnya kurang keluar. Bebeknya pun kurang kering menurut saya. Namun, ukuran bebeknya lumayan besar. Setelah makan, kepala rasanya agak berat (hahaha, pertanda kolesterol beraksi). Kami pulang dengan perasaan cukup kecewa dengan pengalaman pertama ini.

Review Bebek Sinjay Madura

 
Beberapa hari kemudian, kami berencana untuk ke Madura untuk melihat batik Madura. Saya juga penasaran karena belum pernah melintasi jembatan Suramadu yang terkenal itu. Melintasi jembatan itu, saya membayangkan betapa besarnya biaya untuk membangunnya. Bangga rasanya Indonesia bisa punya jembatan antar pulau yang melewati laut begini. Top banget! Ngobrol dengan supir kami, dulu sebelum ada jembatan Suramadu, pergi ke Madura harus melalui feri dan itu mesti menunggu 2 jam. Panas dan sumpek. Makanya dia paling malas kalau ada carteran mobil ke Madura. Sekarang ke Madura cuman butuh 15 menit. Top dah! Madura pun saya rasa terangkat ekonominya karena adanya jembatan Suramadu ini.

Karena dorongan saudara, saya bersedia mencoba Bebek Sinjay lagi. Katanya, Bebek Sinjay di Madura lebih enak dan orisinal. Saya pun penasaran. Prinsip saya dalam hal makanan, kalau belum pernah makan, dicoba saja. Kalau tidak enak, ya tidak usah kembali lagi. Oke, saya coba sekali lagi yang orisinal. Setelah membeli batik di rumah-rumah di pinggir jalan menuju Bangkalan, saya pun mencoba Bebek Sinjay ke restoran orisinalnya.

Review Bebek Sinjay Madura

 
Pertama kali melihat Bebek Sinjay, wuiih ternyata rame banget. Sampai-sampai, warungnya antri kayak bioskop. Model antrian di Bebek Sinjay lebih mirip McD. Self service. Jadi kita pesan dan bayar dulu, baru nanti kita akan dapat nomor antrian dan mengambil makanan. Sayangnya, karena banyak yang datang akhirnya antrian pengunjung berjubel. Selain memesan Bebek Sinjay, saya juga memesan kelapa muda yang disajikan langsung dari batoknya. Harganya hanya 10.000 dan kelapa mudanya benar-benar mantapphh, benar-benar muda sehingga lembut dan gurih.

Review Bebek Sinjay Madura

 

Review Bebek Sinjay Madura

 
Setelah mengantri cukup lama (metode antrian Bebek Sinjay perlu diperbaiki menurut saya biar ga terlalu berjubel), akhirnya bebek yang ditunggu datang. Karena memesan untuk beberapa orang, kami dapat bonus jeroan gratis. Bonusnya sebenarnya enak, sayangnya gara-gara pembatasan kolesterol ini, kami tidak bisa memakannya (mubazir deh). Rasa Bebek Sinjay yang asli Madura ini memang mantap. Digorengnya cukup kering, kremesannya gurih, dan rasa bebeknya juga enak. Rasa sambalnya juga enak, tapi selera sambal saya bukan selera asem seperti sambal mangga muda, tapi istri saya yang menyukai sambal mangga muda cukup menyukainya. Kremesan Bebek Sinjay ini agak unik bagi saya. Biasanya kremesan itu dibuat dari bahan tepung-tepungan, tapi Bebek Sinjay kremesannya nampaknya dibuat dari kelapa parut. Rasanya agak mirip serundeng tapi gurih (bukan manis). Jika ada yang kurang dari Bebek Sinjay di Madura ini adalah porsinya. Kebetulan saya dapat bagian bebek yang ukurannya agak kecil, dagingnya sedikit dan malah dapat bagian leher. Sedikit merusak kesempurnaan makanan. Jadi, setelah makan Bebek Sinjay ini, perut saya kurang nampol rasanya.

Review Bebek Sinjay Madura

 
Dari Bebek Sinjay ini saya paham bahwa kualitas cabang dengan pusat memang berbeda. Ini memang masalah klasik restoran. Ketika kita membuka cabang tapi secara sistem belum siap, maka standar rasanya cukup berubah. Restoran-restoran besar seperti KFC, Domino’s, atau McD menyadari pentingnya standar ini sehingga mereka membangun SOP yang sangat baik. Buat saya, itu adalah bagian dari proses sebuah pengembangan usaha. Mungkin saja, suatu saat nanti, Bebek Sinjay yang di Malang rasanya lebih baik.

Semoga sukses terus buat Bebek Sinjay.
 
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Bebek Sinjay di Madura :
Jalan Raya Ketengan No. 45, Burneh, Tunjung, Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura

No Replies to "Bebek Khas Asli Madura....Pastinya Bebek Sinjay"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.