Makan Menu Tradisional Rumahan di Dapur Penyet

Kadang, kalau ke ke mall, saya ngerasa pilihan makanannya asing. Banyak ragam menu di mall yang kurang familiar. Kita juga nggak tau rasanya seperti apa. Kami berdua lebih suka menu dengan sambal yang pedas tapi sambalnya punya cita rasa. Suatu kali, ketika di PVJ, saya lihat restoran Dapur Penyet. Menu penyetan tentu tak asing bagi orang Jawa, khususnya Jawa Timur daerah Surabaya. Banyak banget resto masakan tradisional di Surabaya yang menawarkan menu penyetan. Semua di penyet. Mulai dari ayam, lele, iga sapi, burung dara, dan lainnya. Menu penyet inilah yang jadi andalan di Dapur Penyet.

Saya lihat Dapur Penyet memposisikan dirinya sebagai makanan rumahan yang familiar dan mencoba menarik kalangan menengah atas. Oleh sebab itu, beberap restoran Dapur Penyet yang berada di mall. Restoran Dapur Penyet yang berada di PVJ tidak terlalu besar ukurannya. Meski agak mungil, dekorasi dan interiornya cukup menarik. Memberikan kesan minimalis tapi modern. Gaya dekorasinya lebih cenderung ke arah western ketimbang tradisional. Meski demikian, daftar tamunya dibuat lebih tradisional dengan menggunakan telenan kayu. Restoran-restoran Dapur Penyet ini punya nuansa sendiri-sendiri di masing-masing counternya. Agak berbeda dengan kebanyakan jaringan restoran yang biasanya sudah punya pakemnya sendiri terhadap pemilihan warna dan interior. Penyeragaman interior ini sebenernya punya maksud untuk membuat customer lebih aware tentang branding yang hendak dibangun.

Review Dapur Penyet di Bandung

 
Buka-buka daftar menu, ternyata cukup banyak pilihan menu di sini. Ada pilihan menu sapi, ayam, bebek, ikan, bahkan seafood juga. Jadi bingung…Hmmm. Kebetulan di atas meja ada pilihan menu burung puyuh goreng. Saya jadi tertarik mencoba menu ini. Burung puyuh goreng itu rasanya lebih gurih ketimbang ayam. Tapi jangan salah, kolesterolnya tergolong sangat tinggi. Sayangnya, menu ini ternyata lagi kosong. Aduuuh, sayang banget. Akhirnya, saya pesan menu spesial di sini yaitu iga penyet. Untuk anak saya yang tidak suka pedas, saya pilihkan menu udang goreng. Nah, istri saya tidak sengaja melihat menu kesukaannya yaitu tahu bejeg.

Review Dapur Penyet di Bandung

 
Sedikit agak lama menunggu menu-menu ini ready. Apalagi memang perut sedang lapar. Jadi kurang sabar menunggu. Ternyata bukan hanya menunya saja yang tradisional. Penyajiannya pun cukup tradisional dengan menggunakan ulekan. Menu penyetan memang khasnya disajikan dengan ulekan. Itulah yang membedakan. Sebenarnya, sama-sama menu sambal. Tapi entah kenapa kalau dipenyet lebih mantapp. Iga penyet di sini rasanya memang gurih dan pedasnya pas. Gurihnya mungkin karena iganya digoreng terlebih dahulu. Yang mantap memang tahu bejegnya. Pedesnya mantappp! Pedesnya tahu bejeg ini berasal dari cabe rawit, sehingga selain pedas juga berasa segar.

Review Dapur Penyet di Bandung

 
Di lain kesempatan, di restoran Dapur Penyet yang lain, saya akhirnya kesampaian juga mencicip menu Burung Dara ini. Lokasi Dapur Penyet yang saya coba ini berada di daerah Jalan Supratman. Berbeda dengan cabang yang lain, restoran ini tidak berada di mall. Ruangannya juga lebih luas dan lega. Menu burung dara goreng ini disajikan di atas ulekan batu dengan alas daun pisang. Menu ini juga disajikan dengan bumbu kremesan yang gurih rasanya. Mmmm….nikmaat!

Review Dapur Penyet di Bandung

 
Nggak harus kan ke mall nyoba menu aneh-aneh. Sesekali, cobalah mampir ke Dapur Penyet ini.
 
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Dapur Penyet di Bandung :
Jl. Lap. Supratman No.1, Cihapit, Bandung

No Replies to "Makan Menu Tradisional Rumahan di Dapur Penyet"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.