Makan Super Kenyang di Nasi Goreng Solo

Salah satu tempat makan yang dulu kami kadang kunjungi adalah Nasi Goreng Solo ini. Beberapa tahun lalu, kalau bingung cari nasi goreng, ya makannya di tempat ini. Nasi Goreng Solo yang pernah saya coba (baik yang di Jalaprang maupun yang di Taman Sari) punya ciri khas yang sama yaitu porsinya double jumbo. Saya aja yang makannya banyak, kalau makan Nasi Goreng Solo ini pasti kekenyangan. Ini memang pas buat mahasiswa yang masih dalam masa pertumbuhan (hahaha). Tapi, kalau buat wanita atau orang tua, kayaknya terlalu berlebihan ukuran porsinya.

Selain porsinya yang super besar, yang membedakan Nasi Goreng Solo ini adalah cara memasaknya. Biasanya, memasak nasi goreng ya pakai kompor gas. Lebih cepat panasnya dan lebih murah biaya gasnya. Di Nasi Goreng Solo ini, semua makanan dimasak dengan menggunakan anglo berbahan bakar arang. Harga arang ini tidak murah lo! Bisa 5000 per kreseknya dan mungkin hanya bisa dibuat untuk beberapa porsi saja karena berbeda dengan kompor gas, arang tidak bisa dimatikan apinya jika sudah mulai menyala. Agar biaya arangnya tidak terlalu mahal, harus dipastikan bahwa pesanan selalu ada. Semakin jarang ada yang pesan, semakin besar biayanya. Karena dimasak dengan menggunakan arang, menu di sini terasa lebih wangi. Bau bakaran itu memang menggoda kita untuk menikmatinya. Saya selalu suka dengan makanan berbahan bakar arang seperti di Nggo Anglo atau di restoran Bakmi Jogja Bengawan

Review Nasi Goreng Solo di Bandung

 

Review Nasi Goreng Solo di Bandung

 
Lokasi Nasi Goreng Solo ini terkesan biasa saja. Khas pedagang kaki lima. Tempatnya juga tidak terlalu besar dengan meja bangku seadanya. Hebatnya Nasi Goreng Solo ini adalah dulunya tempatnya berupa tenda di pinggir jalan. Karena laris sekali masakannya, maka dia kemudian pindah ke ruko yang permanen. Begitulah kuliner di Indonesia. Jika rasanya cocok, ya pasti berkembang dengan baik. Kebanyakan saya lihat pelanggannya adalah anak muda. Mungkin karena anak muda lebih suka porsi yang besar itu. Dan juga karena harganya tidak terlalu mahal. Nasi goreng biasa isi ayam harganya hanya 12.000 saja. Murah sekali bukan? Tentunya, jika kita masih kurang puas dengan isi nasi gorengnya, kita bisa memilih tambahan lainnya seperti seafood, kambing, atau bakso. Jika kita menambahkan isinya, tentu harganya jadi naik.

Review Nasi Goreng Solo di Bandung

 
Makan di sini mesti sabar menunggu karena membuat nasi goreng harus dengan sistem alakat yang langsung dimasak. Satu nasi goreng membutihkan 5-10 menit sampai matang. Sementara, kadang ada beberapa orang yang sedang mengantri di sini. Salah satu kelemahan Nasi Goreng Solo ini adalah tungkunya cuman satu, Jadi, kita mesti siap menunggu beberapa waktu agar masakan kita matang. Tapi, it’s worthed kok! Rasa masakan di sini memang mengingatkan saya tentang masakan di Solo dulu…huhuhu.

Saya sendiri kalau malam hari lebih suka memilih menu lain ketimbang nasi goreng. Buat saya, makan malam itu kalau terlalu mengenyangkan malah bikin gendut. Karbohidrat berlebihan yang tidak terserap malah nantinya akan jadi lemak perut. Kali ini saya memilih mie goreng. Kadang saya lebih suka bihun atau juga kwetiauw. Istri saya kadang malah lebih suka makan capcay di malam hari ketimbang makan nasi. Yah…beda-beda memang selera makan.

Review Nasi Goreng Solo di Bandung

 
Kalau tertarik nyobain nasi dengan rasa bakaran, bisa langsung nyicip Nasi Goreng Solo di Jalan Jalaprang ini. Jangan lupa kosongkan perut dahulu ya guys.
 
Petunjuk Arah Menuju Nasi Goreng Solo di Bandung :
Jalan Jalaprang no 5, Bandung

No Replies to "Makan Super Kenyang di Nasi Goreng Solo"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.