Pujasera yang Asik Buat Nongkrong di Pasar Cisangkuy

Hari itu kami sekeluarga tiba-tiba ingin ke daerah Cisangkuy. Anak saya lagi kepengen naik kuda di sana. Naik kuda di Cisangkuy memang pengalaman yang seru buat anak-anak. Saya ingat waktu kecil saya sekali-kalinya naik kuda ya di Bandung ini ketika mengunjungi saudara yang tinggal di Bandung. Meski naik kudanya cuman sebentar, memori masa kecil itu membekas. Saya inin Zalfa merasakan pengalaman yang sama. Setelah Zalfa muter naik kuda dua keliling, akhirnya kita merapat ke pasar Cisangkuy ini untuk mencari makan. Maklum, ini sudah jam makan siang dan perut sudah keroncongan. Apalagi cuaca agak mendung saat itu, suasana dingin bikin perut gampang merasa lapar.

Melihat daftar menunya, saya terus terang merasa bingung mau pesan apa. Buanyaaaak banget menunya. Ketimbang restoran, konsep rumah makan ini lebih cocok disebut sebagai food court atau pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada). Pujasera ini mengelola berbagai gerobak dan juga stall-stall tertentu. Ada berbagai makanan khas Bandung yang disajikan di sini. Juga masakan nusantara lainnya. Ada juga masakan western seperti zuppa soup, masakan jepang seperti sushi, atau masakan cina seperti mie. Semuanya lengkap.

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 
Karena bingung mau makan apa, saya pengen nyoba yang belum pernah saya makan saja. Setelah buka-buka daftar menu yang sangat tebal itu, akhirnya saya memutuskan makan bakmi kepiting. Dari judulnya sih tertulis bahwa bakmi kepiting ini khas Pontianak. Penasaran kan gimana rasanya. Harga bakmi kepiting yang tertera di daftar menu tergolong murah. Mulai dari harga 22.000 per porsinya. Jika kita mau menambah isinya, maka harganya juga nambah seperti bakmi kepiting ayam jamurnya yang harganya 25.000 per porsi. Kita juga bisa menambahkan pangsit atau bakso sesuai selera. Tentu kena biaya tambahan lagi.

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 
Istri saya saat itu tidak mood makan makanan berat. Dia memilih wedang ronde untuk menemani suasana yang dingin. Selain itu dia pesan bakso cuanki yang merupakan jajanan khas Bandung. Karena lagi pengen hangat-hangat, kami juga memesan lumpia basah. Istri saya memang penggemar lumpia basah sejak kuliah. Mengapa lumpia basah ini bisa jadi makanan favoritnya, itu merupakan misteri buat saya karena istri saya ini cenderung “picky” dalam urusan makanan sehingga ga gampang cocok dengan makanan apapun.

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 
Sayangnya, di sini pelayanannya lumayan lama. Harus ekstra sabar kalau nunggu makanan di sini. Memang tempat ini sangat penuh apalagi hari-hari libur. Semua waiter kayaknya kewalahan dalam menghadapi pesanan yang ada. Salah satu yang saya perhatikan adalah bahwa service time pujasera yang lengkap cenderung lebih lama ketimbang restoran umumnya. Mungkin ini terkait manajemen masing-masing dapur di stall yang kita inginkan atau jumlah waiter yang kurang saat kondisi crowded. Makanan istri saya datang duluan karena memang menunya lebih mudah sementara makanan saya baru datang setelah kurang lebih 30 menit. Buat yang lagi lapar berat, saya sarankan jangan memilih menu yang rumit atau beli cemilan dulu biar emosi tidak naik. Orang lapar bawaannya gampang marah apalagi kalau di restoran. Soalnya selain lapar, indra penciumannya sudah membaui harumnya masakan jadi laparnya double.

Akhirnya makanan saya pun datang. Ternyata daging kepitingnya sudah difillet jadi nggak perlu repot membuka cangkang kepiting. Makan kepiting itu biasanya sebuah perjuangan buat saya, meski rasa dagingnya super gurih tapi membuka cangkang kepiting kadang kala membuat tangan lecet. Sebagaimana bakmi pada umumnya, menu kuah dan bakmi dipisah wadahnya. Di dalam kuah bakmi kepiting ini juga berisi bakso ikan. Yummy!!! Rasanya memang lumayan mantap. Daging kepitingnya bikin rasanya jadi lebih gurih.

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 
Konsep pujasera ini memang unik. Biasanya pujasera yang saya temui kebanyakan disetting seadanya. Meja kursinya biasa saja. Kadang bahkan rasa makanannya pun sangat standar. Jadi, kalau kami ke lokasi sebuah pujasera atau foodcourt, suka bingung milih makanan yang mana. Karena ga tau makanan apa yang enak, akhirnya kami milih seadanya. Eeeh, kadang zonk juga rasanya. Selain menu di sini lumayan enak, suasananya pun asik banget. Interior di tempat ini sangat menonjolkan karakter kayu yang kuat dengan bentuk kayu yang teksturnya bergaris-garis. Sebagian kursinya pun dibuat berbentuk seperti tong kayu, sebagian lainnya dibentuk menyerupai kotak kayu. Unik banget konsepnya. Konsep kayu ini dipadukan dengan suasana vintage dengan menambahkan ornamen alat-alat yang sudah jadul. Bagian langit-langit dihiasi dengan keranjang rotan yang mempertajam konsep restoran ini. Pantesan restoran ini sangat rame pengunjungnya.

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 

Review Pasar Cisangkuy di Bandung

 
Buat yang ini mencoba aneka menu menarik tanpa harus ribet pergi ke berbagai tempat berbeda, tempat ini bisa Anda coba kunjungi. Apalagi suasananya asik sehingga bisa sambil nongkrong dan ngobrol bareng temen.

Catatan Halal : Meski di daftar menu diberi tulisan halal, namun saya menemukan bahwa restoran ini menjual minuman beralkohol. Untuk sebagian muslim yang sangat ketat terhadap masalah halal, maka kehalalannya mungkin sedikit meragukan. Sementara, buat sebagian muslim yang lain mungkin merasa makanan di sini halal karena toh minuman tersebut tidak dicampurkan ke dalam makanan. Apalagi menu ini dijual dalam bentuk botol. Penafsiran masalah halal tidaknya saya serahkan ke pribadi masing-masing.
 
Website : Restoran Pasar Cisangkuy di Bandung
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Pasar Cisangkuy di Bandung :
Jl. Cisangkuy No. 64, Bandung

No Replies to "Pujasera yang Asik Buat Nongkrong di Pasar Cisangkuy"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.