Pertama Kali Mencoba Makanan Arab di Restoran Pitta

Dari semua jenis makanan, makanan Arab adalah makanan yang paling jarang saya coba. Selain karena restorannya yang tidak banyak, makanan Arab memang beda tastenya dengan makanan Indonesia umumnya. Makanan Arab punya kekhasan baunya yang wangi, ini karena penggunaan bumbu rempah yang baunya tajam seperti anistar atau juga penggunaan minyak samin. Walau demikian, saya tetep penasaran juga rasa makanan khas Arab.

Kebetulan, ada kawan yang pulang dari Arab dan bawa oleh-oleh makanan Arab. Hmmm, jadi tertarik pengen nyobain rasa makanan khas Arab deh. Pas banget, ketika jemput anak saya malama-malam dari rumah tantenya, kami lewat restoran Arab yang sudah lama pengen kami jajal. “Ayo cobain restoran ini”, kata saya ke istri dan dia sepakat. Sebenarnya agak kemalaman kami mampir ke restonya. Pas udah mau tutup. Jadi ga enak sama karyawan yang jual karena mereka harus pulang telat.

Desain restoran ini cukup sederhana. Kesan restonya adalah outdoor karena tidak ada dinding yang membatasi dengan halaman. Kalau malam terasa berangin dan dingin. Bandung gitu loo. Walau sederhana, penampakannya cukup apik. Hanya saja, kurang mengesankan suasana arabnya. Ada meja bar yang menyajikan berbagai menu kopi ala arab. Sayangnya, saya sendiri kurang suka kopi. Sebenarnya ada spot untuk berjualan bakery, namun karena hari sudah larut dan toko rotinya nampaknya sudah tutup.

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Melihat daftar menu makanannya, kami bingung sendiri mau makan apa. Banyak menu yang asing yang saya nggak tau. Akhirnya minta penjelasan dari waiternya dan nanya mana yang paling sering dipesan. Setelah tanya-tanya, akhirnya milih menu kofta dan shish. Kayaknya nenarik nih liat fotonya.

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Ketika makanan datang, saya cukup amaze terhadap penyajiannya. Ternyata makanan ini disajikan dalam bentuk ditusuk seperti sate dan digantung. Potongan dagingnya cukup besar. Yang membedakan antara shish dan kofta adalah untuk yang menu shish ada tambahan paprika dan nanas. Ini mengingatkan saya pada menu fish kebab yang biasa kami buat untuk menu wedding. Selain, makanan kami juga mencoba minuman yang khas Arab yaitu marakkesh tea. Dari deskripsnya sih ini berupa minuman teh hijau dari maroko yang ditambahkan daun teh. Hmm..cocok untuk minuman hangat malam-malam begini.

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 

Review Restoran Arab Pitta di Bandung

 
Rasa masakan Arab ini agak light tastenya. Tidak terlalu strong dan tidak prengus meskipun ini adalah daging kambing. Yang agak kurang adalah daging shishnya agak keras. Daging shish ini berasal dari daging kambing yang dipotong-potong mirip sate. Mungkin rasanya yang agak keras ini karena saya datangnya terlalu malam. Sementara menu kofta lebih lembut karena berasal dari daging yang sudah digiling.

Ada yang mau menjelajah makanan Arab juga? Bisa cobain ke restoran Pitta ini kalau mau.

Petunjuk Arah Menuju Restoran Arab Pitta di Bandung :
Jalan Pahlawan No.72, Bandung

No Replies to "Pertama Kali Mencoba Makanan Arab di Restoran Pitta"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.