Sambal Sunda + Sensasi Beda Rasa Alam Sunda

Meski lama tinggal di Bandung, jujur, saya merasa kesulitan mencari resto makanan Sunda yang cocok. Saya suka makanan Sunda dengan lalabannya karena sejak kecil ibu saya sering membuatkan lalaban. Hanya saja, sambal restoran Sunda di Bandung ini (menurut saya) banyak yang rasanya kurang mantap, terutama taste sambalnya yang kurang kuat. Hanya sedikit restoran Sunda yang cukup pas buat saya, tapi belum benar-benar mantap.

Sampai saya menemukan restoran Alam Sunda.

Restoran ini berlokasi di daerah Otista (Otto Iskandar Dinata), tepatnya di pertigaan antara Otista dan Kalipah Apo. Saya sering ke daerah Kalipah Apo untuk belanja alat dapur untuk catering. Dulu, waktu habis belanja, sering bingung cari makan yang enak di daerah sana. Tapi beberapa bulan lalu, restoran Alam Sunda ini dibuka. Kalau melihat info di dalam resto, resto ini berpusat di Cianjur, kemudian buka cabang di Bandung.

Yang saya suka dari resto ini jelas sambalnya. Sambalnya bernama sambal dower. Yang spesial dari sambal ini adalah berisi bawang yaitu bawang merah dan bawang putih. Sebagian bawang disajikan dengan cara diiris kasar dan juga digeprek. Rasanya beda, lebih gurih dan bertekstur kuat. Dan rasanya sangat pedas sehingga disebut sebagai sambal dower karena setelah makan biasanya bibir kita menjadi perih. Seringkali, sambal dibuat dengan cara berlebihan sehingga kepedesan. Yang tersisa dari sambal kepedesan itu cuman rasa pedesnya aja, bumbu-bumbu tidak terasa karena lidah sudah sangat teriritasi. Nah, sambal di Alam Sunda buat saya pas pedesnya karena tetap menghadirkan gurihnya bawang. Menurut saya, ini sambal yang sangat mahal cost-nya karena menggunakan bawang merah dan bawang putih yang sekarang mahal di pasaran. Sekitar 40 ribu sekilo. Sudah begitu, disajikannya digeprek pula. Jadi, butuh banyak bawang agar rasanya tetap bisa kuat.

Selain sambalnya, sajian berbagai makanannya juga cukup menarik. Saya sering memilih ayam kampung goreng karena rasanya yang gurih dan enak. Bumbu kuningnya juga enak. Dan di sini, salah satu spesialisasinya adalah semua makanan disajikan dengan kremesan. Kremesannya enak banget. Harga yang ditawarkan oleh resto Alam Sunda juga tidak terlalu mahal menurut saya. Ayam goreng kampung seingat saya hanya 16.000 saja. Apalagi, di restoran ini disediakan berbagai lalaban yang enak. Salah satu lalaban favorit saya adalah lalaban seperti labu siam, kacang panjang, wortel yang sudah direbus. Menurut saya, hasil rebusan lalaban itu membuatnya lebih manis. Selain menu ayam kampung ada sajian makanan berkuah seperti soto. Dan juga ada tawaran desert yang enak, yaitu rujak.

Review Restoran Alam Sunda di Bandung

 
Pelayanan di sini cukup cepat. Pelayannya juga cukup ramah. Semua makanan disajikan dalam gerobak yang kemudian kita pilih sendiri. Setelah kita pilih, makanan tersebut akan digoreng ulang biar lebih hangat saar dimakan. Banyak menu yang bisa kita pilih seperti ikan lele, ikan gurame, terong balado, cumi goreng, udang goreng, dan lain sebagainya. Membayar makanan dilakukan saat makanan sudah datang dan kita mendapatkan tagihan. Tagihan tersebut baru kita bayar setelah selesai makanan.

Salah satu yang eye-catching di sini adalah ada poster besar berisi artis-artis terkenal yang datang ke resto ini. Ini salah satu media marketing murah meriah yang sangat meyakinkan pelanggan. Itu sebabnya mungkin resto Alam Sunda ini hampir selalu penuh. Kami pernah datang beberapa kali saat makan siang atau agak sore, restorannya selalu dipadati pengunjung.

Review Restoran Alam Sunda di Bandung

 
Buat yang suka masakan sunda dengan sambal pedas, ini tempat yang cocok buat dicoba. Hati-hati kepedesan.
 
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Restoran Alam Sunda di Bandung :
Jl. Otto Iskandar Dinata, Bandung (Di Pertigaan Otista dan Kalipah Apo)

No Replies to "Sambal Sunda + Sensasi Beda Rasa Alam Sunda"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.