Sambal Joss Tak Terlupakan Kreasi Sambal Pesisir

Makanan seafood adalah salah satu menu lezat ala Indonesia. Indonesia kaya sekali akan beragam makanan laut, apalagi ikan dari lautan Indonesia itu masih sangat banyak. Bandingkan dnegan negara lain yang jumlah ikannya sangat menurun karena over fishing. Pantesan, banyak negara lain mencuri ikan di Indonesia. Perairan Indonesia memang memiliki kekayaan biota laut yang luar biasa. Pernah, suatu kali, ayah teman saya makan ikan di daerah Maluku, katanya..ikan di sana bentuknya cantik-cantik. Sampai sayang memakannya. Harga ikan juga tergolong mahal lo di luar negeri. Bahkan di Jepang, ada ikan yang dijual 1 ekor harganya miliaran. Luar biasa memang.

Saya suka sekali makan ikan sejak kecil. Dari kecil, saya punya hobi memancing. Bukan memancing kerusuhan tentu saja. Hehehe. Habis memancing, enaknya ya dimakan bareng-bareng. Sedaaaap!!! Di Bandung ini, banyak restoran dengan menu ikan sebagai andalannya. Salah satunya adalah Sambal Pesisir yang menjual ikan laut. Saya tahu resto sambal pesisir ini dari seorang kawan di komunitas Tangan Di Atas yang sangat merekomendasikan makanan di sini. Kami lumayan suka makanan seafood, apalagi anak saya sangat suka dengan ikan dari kecil. Biasanya, kita makan menu seafood di restoran yang ada di Antapani. Tapi restoran ini layak dicoba rasanya. Suatu hari, kami sempatkan mampir di sini setelah menjemput Zalfa yang saya titipkan ke tantenya. Kebetulan, lokasi seafood ini dekat dengan tempat tantenya Zalfa. Jadi, sekalian makan bareng saja.

Di sini, kita dapat memilih berbagai ikan yang ada di dalam freezer. Saya menemukan berbagai nama ikan yang asing bagi telinga kami. Biasanya, kalau ikan laut yang kami kenal paling hanya kerapu atau kakap. Di sini, ada macem-macem ikan yang dijual per ekornya. Penjual di sini akan menaksir kira-kira bobotnya berapa dan nanti dia akan bilang harganya berapa. Percobaan pertama, saya pesan ikan Barakuda. Bentuknya panjang dan cukup besar. Harganya memang cukup mahal, sekitar 90.000 per ekornya. Kata temen saya, ini salah satu ikan spesial yang dia suka. Okelah kami coba menu ini.

Review Restoran Sambal Pesisir di Bandung

 
Sesuai namanya yaitu Sambal Pesisir, yang jadi andalan selain dari ikannya yang beragam adalah jenis sambalnya. Sambalnya berbeda dengan sambal lainnya. Saya bisa katakan taste sambal ini terasa unik dan menggigit. Biasanya sambal ini disajikan dengan cara dilumurkan di atas ikan, tetapi karena kita makan bareng Zalfa, maka sambalnya kami pisah. Rasa sambalnya campuran antara pedas, asin, dan asam. Dengan bumbu bawang merah yang disajikan dalam potongan besar, rasanya sangat joss mantap! Kayaknya, agar bawang merahnya tidak terlalu tajam rasanya, bawangnya tidak disajikan benar-benar mentah tetapi digoreng terlebih dahulu. Rasa asamnya datang dari tomat. Pas banget rasanya. Nah, di sambal ini, saya mengenali rasa yang tidak biasa. Datangnya dari butiran-butiran warna hitam. Setelah saya tanya sana-sini, saya menemukan bahwa kemungkinan ini adalah bumbu Andaliman yang jarang di jual di Bandung. Andaliman atau sering disebut merica batak adalah bumbu khas dari daerah Sumatera yang biasanya digunakan untuk menu seperti ikan arsik. Kata chef yang menjadi guru istri saya dalam memasak, bumbu Andaliman ini biasanya dijual di Pasar Senen, Jakarta. Kalau di Bandung, saya kurang tahu dimana distribusinya. Andaliman memiliki aroma jeruk yang lembut namun “menggigit” dan saat digigit utuh akan menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada. Pantes sambal di sini beda dengan yang lain.

Setelah pesan ikan, maka ikan ini akan dioles dengan bumbu terlebih dahulu. Olesan bumbunya agak pedas sehingga anak saya hanya sanggup makan ikan bagian dalamnya. Bagian luar yang terkena bumbu akan dia sisihkan. Setelah dioles, tentu akan dibakar sekitar 15-30 menit. Kalau lagi rame, makan di sini harus agak sabar. Namanya juga bikin ikan bakar, tentu harus hati-hati agar rasa anyirnya hilang dan tergantikan dengan rasa bumbu yang meresap.

Selain makan ikan Barakuda, saya juga mencoba menu ikan kerapu. Ikan kerapu punya taste yang gurih. Kami biasa makan kerapu dan kakap di restoran seafood. Ikan kerapu ini juga berukuran lumayan besar jadi bisa dimakan rame-rame berempat sama kami. Kalau ikannya besar dan bentuknya melebar, maka ikan tersebut dapat dibelah dua saat dibakar. Kalau dibelah dua, bumbunya akan lebih berasa. Tapi, tetap saja, kalau bawa Zalfa, makan di sini sambalnya harus dipisah.

Review Restoran Sambal Pesisir di Bandung

 
Nah, pernah suatu kali, karena semua stok ikan habis, yang tersisa adalah ikan yang saya kurang kenal namanya. Saat itu, saya datang sendirian tanpa keluarga. Karena sendirian, saya pilih ikan selar yang berukuran kecil. Ikan ini pas kalau dimakan sendirian. Harganya cuman 30.000 per ekornya. Mumpung nggak bawa Zalfa, saya minta sambalnya dioleskan di atas ikan. Mmmmmmm, benar-benar beda rasanya kalau sambalnya dioleskan. Lebih terasa joss mantapnya! Terasa sekali sisa-sisa bakaran di dalam minyak sambal, menambah selera makan banget. Perpaduan asam dan pedasnya lebih menonjol rasanya. Ini mirip makan ayam penyet, antara yang dipenyet dan yang tidak dipenyet, sensasinya beda.

Review Restoran Sambal Pesisir di Bandung

 
Tempat ini memang mantap banget. Recommended banget makan ikan di sini. Silakan coba kalau penasaran.

Twitter : Sambal Pesisir
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Sambal Pesisir di Bandung :
Jalan Rereng Wulung No.26, Sukaluyu, Bandung

No Replies to "Sambal Joss Tak Terlupakan Kreasi Sambal Pesisir"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.