Menu Tradisional Rasa Sensasional di Sate Kambing ABG

Hari ini, saya mau ketemu kawan. Karena istri saya lagi di luar kota, saya pikir lebih baik ketemu di tempat makan saja. Sudah agak lama saya pengen makan di sate ABG ini. Kangen sama rasa makanannya yang mantap. Pertama kali tahu sate ABG dari kawan-kawan di komunitas Tangan Di Atas. Kawan-kawan TDA ini beberapa kali ngumpul dan makan di sini dan share di group. Saya jadi penasaran sama rasa masakannya. Memang, dunia kuliner itu marketing yang terbaik adalah mouth-to-mouth. Dicicip dulu rasanya, kalau enak pasti bakal cerita ke orang lain. Apa sih istimewanya sehingga jadi tempat ngumpul, pikir saya. Lalu suatu hari saya dan istri iseng makan di sana. Wuiihhh, memang mantap rasanya.

Yang saya suka dari menu di sana malah bukanlah menu sate, melainkan menu tengkleng khas Bantul. Masakan ini berbahan dasar daging kambing yang masih ada tulangnya. Rasa dagingnya lembuut banget. Saya menyukai sensasi makanan bertulang yang membuat kita mengisap sumsum dari dalam dagingnya. Slurruppp. Rasa sumsum itu emang gurih banget. Tengkleng khas Bantul merupakan makanan berkuah yang punya rasa gurih dan manis. Manisnya mungkin datang dari kecap sehingga warna kuahnya kecoklatan. Pas rasa manisnya, tidak kemanisan. Buat sebagian orang, mungkin daging kambingnya masih sedikit prengus…sedikiiit sih menurut saya, hampir tidak terasa. Menu tengkleng ini juga jadi favorit saya karena saya suka makan tulang rawan (tulang yang masih muda). Krenyes-krenyes gitu teksturnya dan berasa gurih. Kalau kita beli tengkleng ini, nanti juga dapat bonus sambal yang enak. Sambalnya mirip dengan sambal bakso, yaitu sambal yang agak cair dengan warna sambal merah oranye. Rasa pedasnya pas dan tidak berlebihan.

Review Sate Kambing ABG di Bandung

 
Rumah makan ini memang menyajikan masakan-masakan tradisional khas Jawa. Selain tengkleng ini ada menu andalan lain seperti sate klatak dari Imogiri. Jujur saya belum pernah coba karena saya sudah keburu jatuh cinta sama tengklengnya. Menu tengkleng dan tongseng adalah menu nostalgia masa lalu saat saya masih di Solo. Menurut mas yang jadi waiter, sate klatak ini adalah sate daging yang tidak dikasih bumbu kecap. Dagingnya langsung dibakar. Gimana ya rasanya? Mungkin suatu hari mesti coba sate ini…Hmmm….Selain itu juga ada menu khas lainnya seperti tongseng, sate bakar madu, dan gule. Wuiih pokoknya nikmat semua kayaknya. Pantesan selalu rame tempat makan ini. Ya asal hati-hati aja, jangan berlebihan makan di sini, nanti kumat kolesterolnya. Selain makanan dari daging kambing, juga ada menu sapi seperti sate sapi atau tongseng sapi. Untuk urusan harga, makanan dari daging kambing ini berkisar antara 30.000 – 40.000. Tidak terlalu mahal menurut saya karena kalau dibandingkan dengan restoran kambing lain, ada yang harga seporsinya sekitar 50.000. Jadi, harga di sini masih termasuk standar.

Review Sate Kambing ABG di Bandung

 
Lokasi tempat makan di sini nampak sederhana. Saya lebih suka makan di area lesehan. Pas buat ngobrol-ngobrol sama kawan. Tapi kalau makan berdua sama istri, ya cukup makan di meja biasa. Di sini juga tersedia mushola di bagian belakang. Namun, meskipun nampaknya sederhana, tempat makan ini hampir selalu ramai. Sering saya lihat, mobil-mobil parkir sampai ke badan jalan. Pas saya makan dengan kawan sekitar jam makan siang, semua tempat duduk terisi penuh. Tempat makan yang dekorasinya biasa saja tapi rame banget adalah ciri masakannya enak atau unik.

Review Sate Kambing ABG di Bandung

 
Buat yang suka masakan tradisional khas Jawa, jangan lewatkan makan di sini. Eunaaak poollll!
 
Petunjuk Arah Menuju Lokasi Sate Kambing ABG di Bandung :
Jl. Sukabumi No.28, Bandung

No Replies to "Menu Tradisional Rasa Sensasional di Sate Kambing ABG"

    Leave a reply

    Your email address will not be published.