Tentang Penulis Catatan Rasa

Kami menggemari mencoba makan di tempat-tempat baru. Mungkin ini terkait dengan pekerjaan kami sebagai pengelola bisnis kuliner. Ya, kami mengelola 2 jenis usaha yaitu bisnis catering dan juga bisnis restoran. Catering yang kami kelola bernama Resep Bunda Catering sedangkan restoran kami bernama Dapur Emaknyus. Usaha kami ini sudah berjalan cukup lama sekitar 7 tahun. Salah satu alasan kami suka berkeliling ke rumah makan yang baru adalah menemukan ilham menu yang original. Sering kali, kami menebak-nebak bumbu apa saja yang dipakai dalam suatu restoran, bagaimana kira-kira para koki memasaknya, berapa takaran bahan yang digunakan, dan lain sebagainya.

Oh ya, perkenalkan nama saya Ruliyanto Pribadi. Biasanya, saya mencoba berwisata kuliner bersama istri saya. Kadang anak saya pun ikut dalam mencoba masakan baru. Saya menyukai aktivitas menulis sudah sejak kuliah. Karena suka menulis, saya berpikir untuk menuangkan jurnal wisata kuliner kami ke dalam blog. Siapa tau bermanfaat bagi rekan-rekan yang mencoba mencari tempat makan yang pas. Reportase restoran yang saya lakukan biasanya meliputi : standar pelayanan restoran, pilihan menu, daftar harga, serta tampilan makanannya. Jika saya merasa sangat cocok dengan makanan yang dihidangkan, maka saya akan memasukkannya ke dalam daftar Recommended Place.

Sebagai wirausahawan di dunia kuliner, saya tahu betapa beratnya memulai suatu usaha kuliner. Melalui tulisan ini juga, saya ingin mencoba mengangkat menu-menu yang menarik yang bisa dijadikan alternatif makan sehari-hari. Pilihan makan yang kami lakukan tidak harus berada di tempat mewah, bahkan kadang pedagang kaki lima rasanya bisa lebih maknyusss dengan harga lebih terjangkau. Tidak selalu kan cari makan mesti ke restoran mancanegara yang mahal. Kenapa tidak mencoba membantu pengusaha lokal dalam memajukan usahanya.

Kebanyakan restoran yang kami review berada di Bandung. Ya itu karena rumah kami di Bandung. Namun, kalau ada kesempatan untuk mencoba makan di luar kota saat kami jalan-jalan, saya juga akan tuliskan resportasenya. Sungguh menarik untuk mengetahui perbedaan rasa antara tiap daerah. Misalnya : rasa masakan sunda cenderung antara manis dan pedas sementara masakan jawa timur lebih asin, pedas, dan gurih. Tiap jenis masakan memiliki cita rasanya masing-masing. Misalnya : masakan Western kebanyakan berasa gurih yang rasanya datang dari produk turunan susu sementara masakan Indonesia rasa gurihnya datang dari penggunaan bawang, rempah, dan juga penyedap. Bisa saja, buat kita rasa masakan Western tidak pas, tetapi buat orang lain, itu terasa sangat enak. Pernah, ketika berada di Jerman, saya disuguhi teman kami yang orang Jerman rasa masakan yang asam sekali. Mereka suka masakan itu. Padahal menurut saya, rasanya….uuughh! Itulah selera. Ketika orang Jerman mencoba nasi kuning, dia juga tidak suka rasanya.

Mengenali spektrum rasa suatu makanan dan mencoba mengaplikasikannya adalah suatu kesenangan tersendiri. Sambil makan, saya bisa belajar tentang sesuatu yang baru. Asyik rasanya!